Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

BUKU BUKA BUKU, Sampah Peradaban

Adakah keindahan saat hati tidak sejalan dengan otak?

Saat membaca aneka buku "margasatwa" seperti Saman, Larung... otak serasa begitu mendidih dengan aneka rasa nano-nano. Keliaran, jijik, sebel, muak, marah, dll menjadi satu. tumplek blek.

Masya Allah...

Sebenarnya bagi saya, buku adalah pencerah, pengusung peradaban umat. Buku bukan sekedar bacaan ringan saat otak dan otot sudah penat dengan pekerjaan sehari-hari. Buku punya makna yang lebih dari itu. Bahkan buku juga bukan sekedar pemuas fantasi saat masa pubertas dan post-nya terlewati.Jelas bukan! Buku tidak punya arti serendah itu. Yang punya makna serendah itu bukan buku. Hanya kertas bungkus pisang goreng yang dicetak di percetakan, cuma itu.

Karenanya, saya bangga dibilang kutu... eh, PREDATOR BUKU. BANGGA, BANGGAAAA!!!

4 Hal yang Ga Penting Banget yang selalu dipikirin remaja cewek

Yang paling gak penting pertama, biasanya sih cowok!!! hohoho... udah lazim sih. Misalnya cowok yang mana yang lebih cute, yang mana yang lebih cool, yang mana the best husband, n yang mana yang paling asik untuk dikecengin. Pokoknya GAK PENTING BANGET!!! dunia akhirat gak penting pokoknya.

The second is...soulmate. Waduh, masih kecil juga. itu mah masih lama. Tapi kok kayaknya dunia gak asyik, garing banget kalau gak mikir masalah itu. Seperti apa ya cowok idamanku? wah, si budi kayaknya naksir aku deh, tapi namanya basi banget deh. Wah, si Ryan oke juga tuh untuk jadi soulmate. Tapi cuek banget. yah, poin satu sama dua mirip-mirip sih. Ke situ2 juga. POKOKNYA OGAH JADI JOMBLOOOO!!!

Next,ini biasanya berhubungan dengan masalah PEDE! alias percaya diri. duh, jerawatku kok gede2 banget. wah,pinggulku kok mekar gini? Wadaw, tuh cowo lebih suka ma Dini. yah, wajarlah dia kan cantik, putih,.. gak kayak aku. jelek, item.hiks... Anyway... Duh, gak ada pedenya! Pikiran asik ke masalah kekurangan diri. kurang pinter, kurang cantik, kurang putih.

yang keempat ini... biasanya sih masalah kecemburuan sosial. si dina lebih pinter, gak rela acuuu!! biasanya malah jadi timbul sirik2kan gitu. ahh... abege emang makhluk paling sirik sedunia (wah, kayak gak pernah jadi abege aja)

Wah, nyesek deh kalau ingat hal2 itu. Emang namanya abege tuh gila2. apalagi cewek. Tapi berhubung ade itu dulunya abege yang kalem (kayak lembu) jadi hal2 yang gak pentingya cuma empat. Padahal yang sebenarnya lebih banyak, mungkin loh.

Ada yang mau nambahin? C'mon Girls!!!

DIfference...differeNt

Menjadi berbeda adalah sebuah pilihan. Dulu, sekarang, dan sampai kapanpun di masa depan, berbeda tetap sebuah pilihan. ada yang ingin berbeda dengan niat busuk, sepeti para "orang-orangan sawah" yang banyak muncul dengan wajah berbeda menjelang pesta-pesta pemilihan yang sekarang banyak dan sering digelar di tanah air. Ada yang ingin berbeda dengan niat suci, seperti berbedanya remaja bermasa depan dengan remaja madesu. Semua orang ingin berbeda, dan di sisi yang sama, ingin diperlakukan sama. kontraproduktif, namun sungguh terjadi.

Tentang perang, hidup, cinta, dan perdamaian

Mungkin orang-orang yang membaca sebait tulisanku ini akan bertanya-tanya. Mengapa dalam judul yang kutulis ini terdapat kata-kata yang berlawanan dengan kata ‘life, peace, dan love’ yaitu ‘war’? karena 4 kata itulah hakikat hidup dan penyebab masalah dan romantika hidup manusia. Life adalah apa yang sedang kita jalani sekarang. Hutan rimba yang dipenuhi keganasan, bukan hutan dengan singa bijaksana, kancil cerdik, ataupun buaya yang bodoh. Semua dongeng tersebut sudah berakhir, jadi lupakanlah! Hutan belantara yang kita tinggali ini dipenuhi singa yang rakus, serigala yang culas, dan ular yang licik. Segala sesuatu yg membuat perasaan tidak nyaman, tapi jangan dipikirkan! Karena disinilah hutan kita, kerajaan kita! Peace adalah perdamaian, jika menurut bahasa kita, para orang awam. Apa itu perdamaian, jika menurut para ‘ahli’, perdamaian adalah saat yang tepat untuk menguras isi perut lawan. Bukan begitu? Mau bukti? Longoklah ke sekeliling kita! Ada pejanjian antara Palestina dan Israel yang disebut ‘pedamaian’. Dimana itu berarti kesempatan bukan? Untuk menggerogoti ‘daging’ Palestina, mengoyak jantungnya dan memakannya seperti perayaan sekelompok kanibal ketika menyantap buruannya. Okay, mungkin terlalu naif jika saya mengatakan hal ini, karena saya tak lebih dari seorang penonton. Penonton yang setia menunggu sinetron kesayangannya yang tayang tiap hari. Lucu sekali! Ketika kita menyadari bahwa mata hati kita telah musnah, kita hanya dapat tertawa dan memperolok-oloknya. Love, what does ‘love’ mean? Apakah cinta itu adalah kata yang yang selalu dan selalu didengungkan oleh ratusan putra-putri bangsa, dengan berjuta makna, sehingga mulut harus berbuih-buih mengucapkannya? Ataukah cinta itu sebenarnya tidak punya makna? Terlalu membingungkanh jika hanya saya sendiri yang berpusing-pusing memikirkan. Karena itu, mari! Mari kita mencari jawabannya bersama-sama tentang cinta. Mengenai definisi cinta itu sendiri, saya pernah mendengar syair menarik. “Aku ingin mencintaimu dengan sedehana Seperti kata yang tak pernah terucap Dari kayu pada api yang menjadikannya abu” Yang terakhir adalah ‘war’ atau perang. Perang itu sendiri adalah refleksi dari keangkuhan dan arogansi manusia. Sekaligus alat ampuh pemusnah peradaban, moral dan kemanusiaan. Saya tidak mengatakan bahwa perang itu adalah arena pelenyap nyawa manusia. Mengapa? Karena perang adalah menyangkut tujuan yang telah tersebut dan mungkin penguasaan adalah tujuan yang paling akhir. Mengapa? Karena arogansi lahir dari egoisme dan keirihatian manusia. Yang tidak senang pada kebahagiaan dan senyuman .Memusnahkan peradaban manusia tidak hanya melalui perang fisik saja. Namun perang pemikiran adalah jalan terampuh lainnya. Perusakan moral juga akibat negatif dari perang. Perang selalu menimbulkan luka dan efek traumatis yang berat. Perang hanya perusak kemanusiaan seseorang. Pencabik kebahagiaan anak-anak, mencabik senyum matahari mereka, pengoyak jalinan kasih. So, untuk apa ada perang? Manusia mengajukan beribu alasan untu berperang. Namun tak ada satupun alasan masuk akal dan logis yang dapat mereka ajukan. Karena untuk kekerasan dan arogansi, tak pernah ada penyelesaian, kecuali dari diri manusia itu sendiri. Jangan pernah (bagi anda yang membaca catatan kecil ini) menanyakan pada saya kapan 4 kata ini akan terasa membosankan dan hanya menjadi penghuni keranjang sampah? Jangan tanyakan pada saya. Karena sayapun takkan pernah tahu. Wallahu a’lam *Tulisan ini telah dimuat di rubrik opini harian aceh dengan judul "My Feeling about Life, Peace, Love, and War"