Tersenyumlah selamanya...
Saat itu tangannya menggenggam tanganku. Sulit, sulit untuk melepasnya dalam keadaan seperti ini. Tapi aku mencintainya lillah. Jadi, kehilangan untuk yang lebih baik mungkin tidak mengapa.
Aku ingin menangis. sungguh, ingin. Tapi aku tidak menangis. Sebab bukankah kehilangannya tidak untuk selamanya?
Ah, sungguh tercekat kerongkonganku saat mengingatnya. Saat mengingat ia yang begitu sabar meladaniku curhat, wajah tenangnya selalu menentramkan hati. Ia yang tidak ingin dipanggil dengan gelar sahabat, sebab baginya persahabatan berarti memberi dengan sempurna, sedang ia merasa tidak mampu. Ia tetap ada, saat aku melabuhkan rasa lelahku. Meski aku lalai dari rasa lelahnya, dari sakitnya, ia tidak marah.
Ia yang selalu merasa bersalah terhadapku. Ia yang selalu menyebutku sahabat yang sempurna. Ia yang selalu menyanjungku, seolah aku adalah manusia yang teramat istimewa. Ia yang...
Aah..., berjuta embun, berjuta permintaan maaf, berjuta terima kasih.,.. ingin kuhadiahkan padanya. Sebab ia hadiah dari Allah, ketika aku merangkak dalam kesendirian dan perasaan tidak berharga sebagai manusia.
aku mencintainya, semoga ia juga. Aku berharap Allah akan mempertemukan kami kembali. pada suatu hari dan tempat yang entah. Kami dapat saling tersenyum, dan melihat cita-cita kami menjadi nyata.
Biiznillah...
(Ditulis untuk mengenang sahabatku Fauziah, di bumi manapun kau berada kini. I love u coz of Allah, ukhti)
Tersenyumlah Selamanya
Saturday, August 23, 2008 | Posted by adee04 at 1:28 AM 0 comments
Labels: belajar bijak
Oh diriku? Kenapaaa Lemess???
Rasanya lemah.
Tidak bersemangat sama sekali.
AAARGHH!!! Kenapa?! Why? Li maza?
Padahal Ramadhan bentar lagi, tapi semangat gak kunjung muncul.
Mbak Semangat,lagi liburan kemana sih?
Cepat pulang dunk... Pleeaseeee...
Tuesday, August 19, 2008 | Posted by adee04 at 11:17 PM 0 comments
Labels: belajar bijak
Tidak Bersyukur? Aah..manusia
Mengapa tidak bersyukur? Padahal hidup mestinya adalah lautan syukur. Bahkan samudera rasa terima kasih yang tak bertepi.
Dalam hidup, berkali-kali ade merasa tidak bersyukur, dan sekaligus sangat tidak berterima kasih atas segala anugerah.
Seperti rasa tidak bersyukur karena selalu jadi nomor dua (anak nomor dua, juara kedua...)
Juga rasa bersyukur karena tidak pernah jadi yang terbaik. Misalnya IP, selalu sedang2 saja.
Dalam organisasi apapun juga. Sekuat apapun ade berusaha, paling hanya dapat jabatan sebagai penanggung jawab salah satu proker (program kerja). Gak pernah jadi wakil ketua, apalagi ketua.
Dalam pergaulan sehari-hari, ah... teman ade selalu lebih cantik, lebih baik, lebih semua.
Hape ade jarang sekali bergetar selama liburan. Saat melihat hape kakak yang bentar-bentar bergetar dengan sms dari ketua divisi BEM, permohonan rapat, pengajuan acara, dll, kadang jadi sedih juga. Kalo gak banyak isengnya, mungkin sebulan ade cuma perlu pulsa 5 ribu.
Ade gak pernah jadi siapa2. Dan mungkin gak akan pernah jadi yang terhebat.
jam terbang ade gak tinggi. Jika dihitung-hitung, dalam seminggu, palingan sibuk di organisasi cuma 2 jam. Selebihnya senggang di rumah. cuci piring, ngobrol ma keluarga, main ma adik...
Rasanya gak akan pernah bisa jadi aktivis yang hebat, yang ghirah keislamannya tinggi, yang jam terbangnya subhanallah, yang agenda rapatnya berjibun, yang bekerja 24 jam untuk umat, yang tercerdas, yang terbaik, yang....
astaghfirullah...
Waktu ngeluh udah over.
Over banget lagi...!
Mulai berpikir, seandainya saja,
Ade jadi aktivis yang jam terbangnya tinggi, nyaris seharian.
Maka ade akan jadi... superwoman! Hehe...
Trus, yang nyuci piring (tugas wajib) di rumah siapa nih?
Kapan waktu bercanda sama ortu, main ma adik, dan bengong?
Kalau IP ade 4, wuihh... ade harus belajar keras. mati2an mungkin. Buat dapat tuh IP dan mempertahankannya. Jadi kapan waktu buat nulis?
Kapan bisa berorganisasi?
Kapan bisa nge-blog?
Yang ketiga, andai ade jadi aktivis yang wuih dan banyak banget sms yang harus dibalas dan orang penting yang harus ditelpon, pastinya pulsa cepat habis dong.
Jadi gimana yang bisa ngirim2 sms motivasi buat sahabat?
Gimana bisa nelpon sahabat yang sedang dirindukan dan saudara yang jauh disana?
Soal kecantikan, wah harus belajar dari teman2 juga nih. Berapa banyak hati yang udah mereka patahkan? berapa banyak jiwa yang jadi putus asa karena terjerat pesona mereka lalu ditolak?
Wah, jadi mikir...
So???
Simple decision
Bersyukur:)
Kenapa waktu harus habis untuk mengeluh, sedang waktu yang sebenarnya begitu singkat?
Friday, August 8, 2008 | Posted by adee04 at 6:29 PM 0 comments
Labels: belajar bijak
SENDAL, GHASAB, DAN KEHILANGAN YANG TIDAK MENYEDIHKAN
Mungkin ini bukan sebuah kisah yang menyenangkan untuk diingat.
Menydihkan, gak terlalu juga.
Memalukan, pastinya
Ceritanya sih sederhana. Dimulai dari suatu hari
suatu waktu
suatu pagi
Waah... lelet banget nih mukaddimahnya. Ya udah, langsung aja.
Jadi ceritanya di hari yang cerah itu, ade pergi bersama anak2 FLP aceh lain ke sebuah acara. peresmian gedung escape building yang baru dibangun di Aceh. Acaranya seru banget (cukup deh, untuk anak2 FLP yang gak pergi: jangan ngiri!). Semua yang hadir kelihatan intelek. Ada wartawan, pengamat media, pegawai negeri, jurnalis asing, dll.
Di situ ada puisi dari anak-anak SD, tarian dari sanggar anak cacat, bahkan tarian aceh dari anak2 TK. Wah, seru banget! dilanjutkan dengan pameran, trus naik satu demi satu tangga hingga sampai ke atap gedung itu
Dari situ kami bisa melihat laut. Waah indahnya! subhanallah...
Sekedar informasi, gedung escape building itu dibangun di Uleelhee. Tepatnya di dekat kuburan massal, sebagai langkah evakuasi untuk keadaan bencana, terutama tsunami. dari tanya-tanya sih, gedung 4 lantai yang dibangun oleh BRR dan TDMRC (Tsunami & Disarter Mitigation Research Center) ini memang memiliki ketahanan luar biasa terhadap guncangan gempa dan hantaman gelombang. Jadi wajar jika gedung ini didirikan dekat sekali dengan laut. Mungkin hanya berkisar 100 meter dari pantai.
Tapi cerita kali ini bukan tentang gedung itu lho. sayang ade juga gak punya fotonya. yang ada cuma foto2 acaranya. Lihat aja di foto ya!
Kejadian yang memalukannya berawal dari waktu shalat ashar. dari insiden ada dari rombongan kami yang mendadak sakit, hingga mushalla yang dijadiin ruang pertemuan pejabat hingga tidak bisa digunakan untuk shalat lagi (soalnya kotor banget dan penuh bekas sepatu), akhirnya kami bisa shalat juga. Lalu waktu pulang... semua udah pake sepatu atawa sendal, ade baru nyadar SENDAL ADE HILANG!!!
Duh, masa sih di gedung yang baru dan dipenuhi orang2 intelektual, wartawan dan pejabat ada pencuri sendal sih. masya Allah...
Emang sih sendal ade tuh mirip sendal bapak2. Gak ada ciri2 bahwa tuh sendal punya cewek. Tapi kan kita tetap gak boleh nyuri sendal orang seenaknya! bahkan ghasab (minjam tanpa ijin) aja gak boleh kan?
Yang lebih memalukannya, kami jadi perhatian bapak2 petinggi TDMRC yang baru siap rapat dan mau pulang itu. Ditanyai macam2, kok bisa hilang sendalnya, duh... rasanya ade pingin ngilang!
Kan gak mungkin pulang tanpa sendal? masa ade harus nginap di sini semalam sih? hiks
Akhirnya datang seorang abang yang baik hati. Entah karena kasihan sama rombongan FLP yang udah keliatan capai, atau kasihan lihat wajah ade yang udah memelas, akhirnya tuh abang kasih pinjam sendalnya.
Well... itulah oleh2 dari peresmian escape building: sendal cowok hitam merek Bata (mungkin)
Sama rasa malu yang membukit
Dan hikmah
Ya, hikmah yang mungkin ade dapatkan dari perkataan seorang senior FLP, kak Mar, "Itu artinya, lain kali ade disuruh pake sendal cewek!"
Duuh... disuruh sama siapa nih?
Masa Allah ngurusin sendalku?
Eh, gak ding. Pasti Allah tahu sesuatu yang tidak ade ketahui dari hikmah memakai sendal cewek.
Mungkin...
Hmm... Sendal ade hilang, trus sekarang harus belajar pake sendal cewek?
Ngebayangin sendal berhak, bertali-tali, ribet waktu make, ribet waktu buka tuh sendal
TIDAAAK!!
Wah, tiba2 ade jadi ingat, masih harus balikin tuh sandal orang yang kemarin dipinjemin
Monday, July 28, 2008 | Posted by adee04 at 5:11 PM 0 comments
Labels: belajar bijak
5 pespektif Manusia, Oleh tentor bahasa Inggris
Suatu hari, aku dan Ririn, teman kecilku duduk di suatu tempat.
"Perspektif itu, dibagi 5." tuturnya memulai kuliah. Dengan terpukau, aku duduk mendengarkan.
"Yang pertama Biological perspektif. Artinya tuh asumsi mengenai psikologi manusia dari segi metabolismenya sebagai makhluk hidup. Mulai dari hormon yang dikeluarkan, cara kerja saraf-saraf, dan lain-lain."
aku masih bergeming mendengar penjelasan siswa lulusan Meulborne (benar gak ejaannya?) ini.
"Yang kedua Kognitif perspektif. Asumsinya adalah manusia memiliki memori. Dan Itu dimulai dari suatu stimulan, lalu dengan adanya attention, maka...bla bla bla."
Hemm... aku manggut-manggut. Paham nih ceritanya...
"Yang ketiga Learning perspektif."
"Maksudnya rin?" Kejarku sambil menanti ia meneguk jusnya.
"Ibaratnya tuh, kita itu terbentuk dari apa yang kita pelajari. suatu yang sudah kita pelajari dari lama, membentuk psikologis kita. Disini ada peran reward dalam pembentukan pola."
"Misalnya anjing. Jika dalam seminggu ia diberi makan setelah membunyikan bel, maka selanjutnya si anjing akan mengasosiasikan bel dengan makanan. akibatnya ia akan menunjukkan reaksi psikologis yang berhubungan dengan makanan saat mendengarkan bel. walaupun makanannya gak ada."
Ririn berhenti sejenak. Menggigit burgernya. Setelah menelan, ia melanjutkan,
"Berikutnya adalah humanistic perspektif."
"Manusia." Sambungku cepat.
"YAp, maksudnya adalah setiap manusia memiliki free will. alias tanpa alasan. Semua yang dilakukannya tidak punya alasan. Hanya pilihannya sendiri."
Aku manggut-manggut lagi sampai kepalaku pusing. Wah, hebatnya penjelasan temanku ini.
"Yang terakhir Freud. Hmm... apa ya istilahnya?"
"Psychoanalisys." Aku menyahut asal-asalan. Agak kaget saat ia mengiyakan.
"Benar. Hanya istilahnya gak tepat gitu sih. Yang jelas, ia mengatakan bahwa psikologi manusia itu dibentuk di alam bawah sadar."
"Seperti anak yang mencintai ibunya?" Aku teringat kutipan tulisan Freud yang pernah kubaca. Ririn mengangguk, "Ya, semacam itulah. Oedipus juga termasuk contohnya."
Setelah itu perbincangan berlangsung singkat, dan kami pulang.
@@@
Hari itu banyak yang kudapatkan. Begitu banyak malah hingga aku tidak begitu mampu mencerna semuanya. STM (short time memory), LTM (long time memory), memori indra... sedikit banyak dari itu yang kuingat.
Suatu stimulan akan menghasilkan STM, lalu jika terus menerus diencodingkan, maka memori itu akan menetap dalam jangka panjang (LTM)
Satu kalimat itu terngiang-ngian terus di kepalaku. Encoding itu, dijelaskan oleh ririn, dapat berupa gambar, suara, atau bahkan imajinasi.
Apakah itu menjelaskan kepadaku mengenai banyak hal?
Mungkin, yang jelas aku teringat untuk tidak bermain-main dengan perasaan, imajinasi, dan pandangan.
Suatu memori yang terus mengalami pengulangan, akan menjadi prioritas dan menyingkirkan hal-hal lain.
Ucapannya memantul-mantul dalam memori indraku.
Bagaimana jika hal sia-sia yang lebih banyak diencoding? Seperti keinginanku terhadap foto "seseorang" yang digagalkan Allah. Bagaimana jika itu tidak gagal?
I think...
Sunday, July 20, 2008 | Posted by adee04 at 3:13 AM 0 comments
Labels: belajar bijak
Hilangnya Foto "Pacar"ku
Bro B, begitu ade dan kak liza, kakak sepupu ade biasa menyebutnya.
Saat itu ade masih menjadi manusia yang gamang dan mudah putus asa. Hingga panah-panah setan begitu mudah hinggap. Jadi, saat ade melihat orang itu, rasanya ada hal aneh yang terlintas.
Saat itu ade masih baru mulai ngaji. Ngaji dalam arti yang sesungguhnya. Bukan lagi dengan kuping dan lisan, tapi juga dengan hati. Dan ikhwan yang bernama Bro B itu masih dapat membinarkan pandangan nafsu yang duduk di kelopak mata.
Bro B, begitu kami memanggilnya dalam tiap percakapan. Gosip... gosip. Sekedar girls talk. Yang sia-sia, tidak memiliki faedah di dunia dan di akhirat. Astaghfirullah...
Jadi hari itu ade iseng meminta teman ade, yang masuk dalam presidium pengurusan mushalla untuk memasukkan foto-foto kegiatan. Ia oke aja. Tetap berprasangka baik. Padahal ia sama sekali tidak tahu maksud ade. Dan maksud ade adalah...? Tentu tidak lain dan tidak bukan adalah melihat foto Bro B yang merupakan salah satu pengurus LDF.
Hiks... meski udah ngaji, ternyata ade masih aja suka bandel. Padahal aturan dalam Islam dalam masalah hubungan dan perasaan antar cewek cowok itu jelas banget. Jelas sejelas tiang listrik di siang hari atau lampu mescusuar di malam hari. Kecuali kalau lampu mescusuarnya putus. atau lampunya di cat hitam. Gak ada kata angan-angan dan rindu2 kecuali after married!
Anyway, ade yang sebenarnya udah berikrar dalam hati untuk memusnahkan rasa tentang Bro B ini, masih aja tergoda untuk melihatnya. Meski hanya lewat foto. Jadi dengan menahan rasa gembira khas bujukan setan, ade segera melompat ke depan komputer saat tiba di rumah. Yuppi! dapat juga fotonya! Horee,...! Si setan menang!!!
The disc is not formatted. To format it, press OK
Hah??? Apalagi ini?
Ade coba berkali-kali. Waah... tetap gagal! Tidak bisa!
Coba masukkin flash discnya di komputer punya orang tua... Lagi-lagi, peringatan error keluar. Dan akhir kata, ade terpaksa format flash discnya dan semua datanya... hilang.
Baik foto-foto Bro B, tulisan-tulisan, bahan kuliah, tugas kepanitiaan... semua lenyap.
Hiks... hiks... huaaaa!!!
Marah-marah, sempat nangis. Tapi dua menit kemudian...
Ting!!!
"Jika kamu meninggalkan sesuatu yang haram bagimu, maka Allah akan menggantinya dengan yang halal."
Kata-kata hikmah itu tergiang-giang. Rasulullah telah mengetahui tentang akan adanya umat yang bandel seperti ade. Dan ia telah mengingatkan.
Hmm... terakhir bersyukur. Coba ade punya fotonya, mungkin rasa yang tidak halal ini akan makin punya potensi untuk tumbuh subur. Coba ade nyimpan fotonya di kamar misalnya, tiap lihat pasti timbul lagi angan-angan Syaitani.
Alhamdulillah... alhamdulillah...
Sudah lega. Selanjutnya ade mikir dan mendata ulang: berapa banyak data-data yang harus dimintai kopiannya kembali dari organisasi-organisasi atau orang-orang yang bersangkutan. Tidak banyak, hanya sekitar 2 GB
Tentu tanpa termasuk foto Bro B
Thursday, July 17, 2008 | Posted by adee04 at 12:58 AM 0 comments
Labels: belajar bijak
Dari Penulis Bernilai 65
Pernahkah dalam hidup, kita merasa kagum pada manusia?
Pernahkah kita ragu untuk memilih suatu jalan?
Pernahkah kita ingin berhenti?
Hmm... ade pernah.
Baru-baru ini ade mengalah 3 fusion dari pertanyaan2 diatas. Dari rasa kagum, menjadi pilihan untuk melalui suatu jalan, hingga memutuskan untuk berhenti.
Mandek, pusing, bingung...
Semua pintu neuron sudah digedor
Tapi malaikat masih bisu
Senyap desah alam memanggil nafas yang tercekik
Tuhan, kataku
Apa yang membuatku memilihku untuk hidup???
Kenapa tidak Kau gunakan saja umur yang telah Kau anugerahkan padaku untuk menghidupkan Hasan Al-Banna 18 tahun lagi?
Ia lebih berguna dalam umurnya
Ia lebih mencintaiMu
Ia lebih sempurna sebagai hamba
Tapi apa yang membuatMu memilihku?
Hmm... adakah selain Tuhan yang tahu jawabnya?
Tuhan tahu, tapi menunggu...
Tuesday, July 15, 2008 | Posted by adee04 at 5:18 AM 0 comments
Labels: belajar bijak
Innocent letter from "Anak Kecil"
SURAT BUAT IBU NEGARA
Kepada Yang Terhormat
Presiden Republik Indonesia
Megawati
Di Istana
Assalaamualaikum.
Ibu Mega, apa kabar?
Aku harap ibu baik-baik seperti aku saat ini.
Ibu, di kelas badanku paling tinggi.
Cita-citaku juga tinggi.
Aku mau jadi presiden.
Tapi baik.
Presiden yang pintar,
bisa buat komputer sendiri.
Yang tegas sekali.
Bisa bicara 10 bahasa.
Presiden yang dicintai orang-orang.
Kalau meninggal masuk surga.
Ibu sayang,
Bunda pernah cerita
tentang Umar sahabat Nabi Muhammad.
Dia itu pemimpin.
Umar suka jalan-jalan
ke tempat yang banyak orang miskinnya.
Tapi orang-orang tidak tahu kalau itu Umar.
Soalnya Umar menyamar.
Umar juga tidak bawa pengawal.
Umar jadi tahu
kalau ada orang yang kesusahan di negerinya
Dia bisa cepat menolong.
Kalau jadi presiden
aku juga mau seperti Umar.
Tapi masih lama sekali.
Harus sudah tua dan kalau dipilih orang.
Jadi aku mengirim surat ini
Mau mengajak ibu menyamar.
Malam-malam kita bisa pergi
ke tempat yang banyak orang miskinnya.
Pakai baju robek dan jelek.
Muka dibuat kotor.
Kita dengar kesusahan rakyat.
Terus kita tolong.
Tapi ibu jangan bawa pengawal.
Jangan bilang-bilang.
Kita tidak usah pergi jauh-jauh.
Di dekat rumahku juga banyak anak jalanan.
Mereka mengamen mengemis.
Tidak ada bapak ibunya.
Terus banyak orang jahat
minta duit dari anak-anak kecil.
Kasihan.
Ibu Presiden,
kalau mau, ibu balas surat aku ya.
Jangan ketahuan pengawal
nanti ibu tidak boleh pergi.
Aku yang jaga
supaya ibu tidak diganggu orang.
Ibu jangan takut.
Presiden kan punya baju tidak mempan peluru.
Ada kan seperti di filem?
Pakai saja.
Ibu juga bisa kurus
kalau jalan kaki terus.
Tapi tidak apa.
Sehat.
Jadi ibu bisa kenal orang-orang miskin
di negara Indonesia.
bisa tahu sendiri
tidak usah tunggu laporan
karena sering ada korupsi.
Sudah dulu ya.
Ibu jangan marah ya.
Kalau tidak senang
aku jangan dipenjara ya.
Terimakasih.
Dari
Abdurahman Faiz
Kelas II SDN 02 Cipayung Jakarta Timur
ketika saya membaca surat ini, rasanya ada perasaan lain yang menyusup. Haru, aneh, sedih, gembira...
Haru akan keberanian anak ini mengungkapkan keinginannya dengan bahasa yang polos. Keinginan yang jika terwujud, maka Indonesia akan berubah.
Aneh, sebab ketika kecil, saya gak pernah mikir sejauh ini! Paling mikir, "Iihh... ribet banget sih jadi orang dewasa."
Sedih, sebab saya ngebayangin, jika saja semua anak Indonesia sekreatif ini sejak kecil, maka Indonesia pasti gak bakal seancur ini. Sebab para pemimpin malu ditegur dengan kepolosan anak-anak ini.
Gembira... sebab sekarang saya terbangun dari kepesimisan dan dapat melihat harapan :Masa depan Indonesia belum sepenuhnya hancur! Ada harapan...
Yes, any hope there...
Friday, July 4, 2008 | Posted by adee04 at 10:58 PM 0 comments
Labels: belajar bijak
Islam belum KALAH!!!
Islam sudah kalah?
Belum.
Di Belanda misalnya, dengan adanya film Fitna, maka opini dunia menegaskan kebencian Belanda terhadap Islam.
Padahal, faktanya tidak demikian. Film itu dapat dikatakan tidak mewakili siapapun, kelompok manapun, dan ras apapun. Film itu hanya mewakili satu orang, yah katakanlah si pembuatnya.
Info lebih lanjut dapat dilihat di sini: http://www.dakwatuna.com/2008/di-eropa-al-quran-paling-laris/
Yah, setidaknya hal ini cukup melegakan. Kita belum kalah! yah, ditengah badai kepesimisan akan nasib Islam, mungkin terkadang kita lupa. Bahwa Islam bukan ciptaan manusia, dan bukan manusia yang menjaganya. Mungkin kita harus mengenang sesosok manusia dari tanah Arab, yang ketika Ka'bah akan diserang oleh puluhan gajah, ia malah apatis dan sibuk dengan harta kekayaannya sendiri. Saat ditanya, ia hanya menjawab, "Allah yang akan menjaganya..."
Islam tidak akan kalah, pasti...
Wednesday, July 2, 2008 | Posted by adee04 at 2:57 AM 0 comments
Labels: belajar bijak, my political views
Saat BAtu Tidak Enggan tuk berbicara
"Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!"
Siapakah mujahid yang begitu garang dalam mengobarkan semangat dakwah dan jihad seperti itu?
Ialah sang syuhada. Syaikh Ahmad Yassin (semoga Allah merahmatinya).
Ijinkan saya bercerita sedikit tentang beliau. tidak ada mata yang tidak gerimis saat mengenangnya. Dengan fisiknya yang lemah, kakinya yang lumpuh, dan sebelah mata yang terancam kebutaan, Allah telah memilihnya. sebagai pejuang agamaNya.
Ia adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan Palestina. Ialah sang mujahid yang menjadikan tiap batu dan debu di PAlestina dapat berbicara, dan menjadi kekuatan yang dapat melumat tiap tank dan peluru tentara Israel.
Syeikh Ahmad Yasin adalah penjelmaan sadar atas ayat Qs. 9;91-92. Kaum lemah seperti bayi, anak-anak, perempuan, para jompo terbebaskan dari kewajiban bertempur di jalan Allah. Tetapi mereka sama sekali tak terbebaskan dari ‘bertulus hati mencintai, menaati dan mengutamakan Allah dan Rasul-Nya serta berazam untuk membela-Nya kapan saja hal itu dimungkinkan. Adakah kejujuran yang melebihi kesedihan mereka yang datang menyerahkan jiwa raga ke jalan Allah tanpa mampu melengkapi diri dengan keperluan bertempur, lalu “…. Engkau (hanya dapat) mengatakan kepada mereka: ‘Aku tak mendapatkan (biaya membeli kendaraan untuk) mengangkut kalian. Mereka-pun berlalu dengan genangan air mata karena sangat berduka“ (Qs. 9:92).
‘Ia adalah nama generic’, tulis seseorang di sebuah situs internet. Saya setuju itu, karena memang sebelum dan sesudahnya akan tetap ada ikon-ikon kejujuran, pengorbanan dan harga diri yang terus hidup, bahkan sesudah roket-roket menghancurkan jasad mereka. Berpuluh tahun kematian enggan menjemputnya, sampai pada usia sesenja ini, ijabah atas kerinduan syahidnya terbukti. Ia bagaikan Umar bin Khattab yang di bulan wafatnya dan di saat tikaman melumpuhkannya berdoa, "Ya ALLAH, telah tua usiaku, semakin melemah tanagaku. Maka karuniakan daku syahid di Jalan-Mu dan jadikan syahid itu di negeri Nabi-Mu."
Tuesday, June 10, 2008 | Posted by adee04 at 3:29 AM 0 comments
Labels: belajar bijak
Pesan Terakhir Sang Syuhada-Syaikh Ahmad Yassin
Syaikh Ahmad Yasin pemimpin Hamas yang gugur hari Senin lalu telah menegaskan
bahwa bumi Palestina adalah bumi Islam Arab yang telah dirampas dengan kekuatan
senjata oleh Zionis, dan ia tidak akan kembali lagi ke pangkuan Palestina
kecuali dengan kekuatan senjata juga. Dia menegaskan bahwa tanah Palestina
adalah tanah wakaf Islam yang tidak bisa terlepas begitu saja.
Syaikh menegaskan bahwa meski hanya sejengkal, kita tidak boleh melepaskan bumi
Palestina walaupn rakyat Palestina saat ini belum memiliki kekuatan (militer)
yang memadai untuk membebaskannya. Syaikh Yasin menambahkan bahwa jihad di
Palestina adalah haq dan disyari'atkan bagi rakyat Palestina, dan itu adalah
fardhu ain bagi setiap muslim dan muslimah. Adapaun tudingan dari musuh Allah
bahwa perjuangan itu dianggap sebagai aksi teroris adalah sebuah kezhaliman yang
besar yang akan ditentang oleh rakyat Palestina dan seluruh bangsa Arab serta
umat Islam. Beliau juga meminta agar para pemimpin Arab bersikap tegas dan nyata
untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Syaikh Yasin berkata,"Rakyat kami sedang terjun dalam perjuangan yang keras,
maka selayaknya dan sepantasnya mendapatkan berbagai bentuk bantuan dan dukungan
dari para pemimpin ummat. Palestina butuh bantuan ekonomi untuk menegakkan
ketinggiannya, karena seluruh sarana kehidupan vital telah dihancurkan oleh
Zionis. Palestina butuh bantuan militer, keamanan, penyiaran, dukungan moril dan
diplomasi serta bentuk bantuan lainnya yang dapat mendukung untuk tercapainya
tujuan jihad. Dalam risalahnya Syaikh juga meminta agar para pemimpin dan pemuka
menghentikan segala bentuk kegiatan yang ada kaitannya denga Zionis, menutup
kantor kedutaan dan konsulatnya, menutup kantor-kantor perusahaannya dan
negara-negara Arab melakukan pemboikotan serta memutuskan segala bentuk hubungan
dan kerja sama dengan mereka.
Diterjemah dari www.islamtoday.net
Monday, June 9, 2008 | Posted by adee04 at 3:09 AM 0 comments
Labels: belajar bijak
MErdEKA???
Aku terkesan banget dengan renungan "Menghayati 100 tahun kebangkitan nasional" yang sekarang sering banget ditayangin di layar kaca. isinya sederhana, tapi punya "sesuatu". gak sekedar omong kosong para poliTIKUS.
Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri!
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi!
Bangkit itu malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku
Untuk Indonesiaku
Pantas aja bangsa kita gak bangkit2. Wong yang diomongin semuanya gak ada :)
Wednesday, June 4, 2008 | Posted by adee04 at 3:15 AM 0 comments
Labels: belajar bijak