NO BAD WORDS!!!

Kalau ada guru terbaik dalam hidup, selain ibu,mungkin ustadzahku waktu kecil bisa mendapat peringkat kedua.

beliau, bagiku adalah the real teacher, bukan hanya orang yang mengajar untk mencari uang. Tapi beliau juga memahami cara yang tepat untuk menyampaikan apa yang dipahaminya kepada orang lain, dan mengerti cara menyumpalkan ilmu itu ke liang otak anak-anak kecil yang masih hobi ngompol. Bukan hanya tentang alif,ba,ta, tsa, tapi juga tentang kehidupan.

Ada satu nasihat dulu yang selalu kuingat, berulang-ulang diucapkan oleh ustadzah itu.

"no bad words"
atau melayunya "gak boleh ngomong jahat"

mau semarah apapun, seemosi apapun, becanda seperti apapun... tidak boleh ada sepatah "bad word" pun yang boleh terlontar.

"orang yang suka ngejek orang lain, atau ngucapin kata-kata jahat, itu akan masuk neraka."

neraka,,,
tempat paling menyeramkan dan menyakitkan
dan kata-kata itu terpatri,,,

sehingga penggunaan kata-kata seperti:

Bodoh
Jelek
T*ik
An**ng
dll,

FORBIDDEN!!!

dan hal itu tertancap terus hingga ke sekolah. jadi meski di SD dulu anak-anak sering bercanda dengan bahasa kasar, sepatah katapun tak berani aku ucapkan.

Kenapa?

Yah, jujur saat itu aku juga tidak tahu. selain ancaman neraka yang mengerikan, aku tidak tahu apa yang membuat nasihat itu seolah tak lekang oleh waktu.bahkan tetap terngiang-ngiang, bahkan di masa-masa transisi saat batas antara benar dan salah itu mengabur. atau saat masa sedang bandel-bandelnya.

Kata "kata-kata jelek=neraka" itu begitu kuat tertanam. bahkan saat usiaku telah kepala 2 seperti sekarang, tidak ada rasa bersalah yang lebih besar daripada penggunaan kata-kata itu, apalagi kalau ditujukan untuk menghina orang lain.

kenapa?

aku tak urung sering bertanya. kekuatan apa yang ada pada ustadzah itu sehingga kami (aku dan anak lain yang sama-sama mengaji dengan beliau) tak berani melanggar perintahnya?
Dulu, saking takutnya mengucapkan kata-kata kasar dan jorok, kami punya istilah-istilah sendiri untuk menyenangkan "nafsu" kanak-kanak yang sering mengejek.

Bodoh=imbicile (yang gak tau,buka buku pintar:))
Jelek, gak becus, makian2=uak2, uik2, nguak2 (digantikan dengan bunyi aneh)

semua itu diungkapkan dengan bahasa sesamar mungkin. Bahkan kalau itu tidak dimengerti, kami akan mengucapkan kata yang dinilai "bad" itu dengan sehalus mungkin. hingga seringkali sampai tahap gerak bibir.

Kenapa?

aku lama sekali baru mengerti, mengapa kata-kata ustadzah itu bisa menancap dalam di hati anak2 kecil pemberang yang tukang onar, hingga kami patuh seperti monyet yang telah kenyang dilatih. Dan bahkan kepatuhan itu seolah berlaku seumur hidup.

Jawabannya baru kutemukan 10 tahun kemudian, di salah satu kajian.

"Sebab, nasihat yang baik akan masuk jika diucapkan oleh orang yang hatinya bersih"

Sederhana, tapi begitu mendalam.
Mungkin, memang ini jawabannya.

***
Nostalgia, sering membuat kita menemukan kepingan hikmah

lain yang berserakan di awal.

Ya...

Seringkali kita bertanya-tanya: mengapa segala nasihat kita tidak masuk ke hati orang-orang yang kita nasihati?
sehingga orang-orang itu tampak begitu bebal, keras kepala, dan seolah hatinya tertutup dengan kemaksiatan.

Padahal, mungkin sebenarnya masalahnya bukanlah pada objek, tapi subjek yang menyampaikan:
Diri kita sendiri.

Mungkin,

karena nasihat itu masih lip service

karena nasihat itu hanya kata-kata kosong yang tidak dilaksanakan oleh si pemberi nasihat

karena hati kita masih tertutup dengan kebusukan2, hingga Allah menutup hati orang-orang dari nasihat itu

karena nasihat itu tidak bening dan bersih, maka jiwa yang bening tidak mampu menerimanya

maka begitu banyak "karena", yang menghalangi nasihat-nasihat kebaikan itu merasuk ke hati orang-orang di sekitar.

Solusinya???

Introspeksi diri selalu...
Setiap saat...

Berdoa, agar kebaikan itu tidak hanya menjadi bagian dari diri

kita sendiri, tapi juga meliputi orang-orang disekeliling kita...

Sebab, bukankah syurga terlalu luas untuk didiami sendiri?
Sedang neraka terlalu sempit untuk didiami beramai-ramai.

*gambar dari: http://mualafmenggugat.files.wordpress.com/2009/01/sky-flower.jpg

Membersamai Hening

Tidakkah begitu mudah membersamai hening?
Sebab, seringkali telinga ini sibuk dengan hiruk pikuk di sekeliling
Sehingga suara-suara rusuh mengusik hening yang harusnya bisa hadir
Sering ingin menghentikan waktu
Agar sejenak saja bisa berdiam, menatap hening sepuas-puasnya

Tidak ada sahabat kebijaksanaan yang lebih akrab dari hening. Hening, mendekatkan manusia pada kemanusiaan. Memberi waktu, untuk mendengar suara dan petunjuk Illah, yang senantiasa hadir tapi sering terabaikan.

Hening, adalah musuh ketamakan. Sebab kehadirannya menjadikan segala keindahan dunia menjadi begitu maya.

Mengapa membenci hening?
Mengapa bahkan mengabaikan hening?

Kenalilah waktu jiwa terasa begitu kering, lalu cobalah mengheningkan diri, agar suara Rabb kembali bergema dalam kalbu.

Silence...
***

Aku rindu hening.
Dulu hari-hariku begitu senyap, nyaris hampa dari riuh
Lalu, aku memohon dengan amat sangat untuk mendapatkan hal-hal yang menjadikan hening menjauhiku
Dan sekarang, setelah hening menjauh hingga seolah akan sirna,...
Aku begitu merindukannya
Ingin kembali merasai hidupnya keheningan
Sejenak saja...

Bersyukurlah untuk hening ini sahabat,
karena saat ia sirna
maka engkau akan sangat kehilangannya.

*catatan hati seorang pecinta hening

Just Fly...

Bismillah...

apa kabar sahabat?

maaf lama tak muncul di kotak maya ini. ada banyak pekerjaan, pikiran, dan hal-hal yang menjauhkan jangkauan pikiranku dari ruang renungan bernama blog.

Sahabat, ijinkan aku sedikit merefreshkan pikiranku yang semakin lama semakin linear, patuh terhadap aturan umum, dan terpenjara.

pernahkah kalian mendengar kisah tentang seekor kutu anjing?

kutu anjing, adalah salah satu makhluk kecil dengan kemampuan luar biasa. binatang kecil ini mampu melompat 300x tinggi tubuhnya. dengan kemampuan yang luar biasa ini, kutu anjing dapat melakukan migrasi dengan cepat dalam upayanya untuk survive dalam hidup.

tapi,satu hal dapat menghancurkan si kutu untuk selamanya

caranya?

masukkan kutu anjing kedalam kotak korek api, dan selanjutnya, setelah dikeluarkan dari kotak, kutu ini hanya akan dapat melompat setinggi kotak korek api!

mengapa?

karena si kutu anjing,saat berada dalam kotak korek api, dia telah memutuskan bahwa potensinya hanya setinggi itu. �jika dia melompat lebih tinggi dari kotak korek api, dia akan membentur langit-langit dan kesakitan. akibatnya, dia menjadi terbiasa hanya melompat setinggi kotak korek api. dan bahkan setelah dikeluarkan, kutu anjing itu tetap akan melompat setinggi kotak korek api hingga akhir hidupnya.

***

seringkali, bukan situasi yang memenjarakan kita, tapi justru pikiran kita yang terpenjara.

let it free...

jangan takut menjadi luar biasa, jangan ingin selamanya menjadi biasa.

jangan takut berbeda

melompatlah melampaui 'kotak korek api' itu

just fly...

Tired Now, Resting Well Next...

Sahabatku tersayang,

bukankah Islam ini agama terindah?

dimana setiap manusia dihargai dengan keunikan karakternya
dimana setiap jiwa dicelup dgn warna-warna terindah
dimana setiap manusia dihargai sama kemanusiaannya
tidak ada perbedaan ras, suku, warna kulit,...
suatu kebaikan universal yang begitu hangat

bukankah Islam adalah agama yang paling menenangkan?

tempat dimana tiap proses dihargai
tempat dimana tidak ada pemberhalaan terhadap suatu materi apapun
tempat dimana hanya Allah satu-satunya tujuan
satu-satunya yang menjadi sandaran segala niat, dan tujuan segala perbuatan

kita bersandar di jalan agama ini
kita bersandar dengan berharap pada karuniaNya
kita berjalan bersama sahabat,
mencoba menelusuri rahasiaNya

saling menjaga
saling mengingatkan
saling bekerja sama
saling memahami
hanya berharap satu hal:
keridhaanNya

Sahabat...

lalu jika tujuan kita hanya ridhaNya,

mengapa masih ada kejengkelan di hati kita saat kerja kita tidak dihargai?
mengapa masih ada keluh kesah meluncur menodai niat yg telah terucap?
mengapa masih ada prasangka buruk pada saudara kita di jalan perjuangan?
mengapa masih sulit saling memaafkan?

Sungguh, manusia sempurna itu bukan salah satu dari kita
tidak ada satu manusia pun yang sanggup selalu mengendalikan hati
tapi,
jangan biarkan sentilan di hati itu
mencabik-cabik niat kita mengabdi di jalanNya
jangan biarkan robekan di hati itu
menjadi jalur masuknya syaitan,
untuk menebarkan kebencian di antara kita...

Sahabat,
sungguh kita lelah
untuk istirahat yang lebih baik
tersenyumlah, meski letih sangat
hanya berharap bahwa Allah ridha
...