Surat untuk Kebahagiaan

Untuk Kebahagiaan


Dear Kebahagiaan,

dimanakah engkau saat ini berada?
Rasanya aku telah lelah mencarimu, mendaki bukit dan menuruni tebing yang curam dan menanjak.
Tapi engkau tetap tiada kutemui.
Lelah sudah kakiku, biarlah aku beristirahat sejenak.

Hari ini aku juga telah mencarimu, bahagia.
Dan engkau masih saja begitu sombong untuk ditemukan,
apakah memang seperti ini watakmu?
begitu angkuh, sembunyi-sembunyi dan membuatku tidak berdaya menemukanmu.

Bahagia,
aku ingin bercerita sejenak
Sekarang aku sedang sedih sekali.
Sahabat-sahabatku berlalu bagai angin
Orang yang kupercayai meninggalkanku layaknya daun musim gugur
Yang paling baik menjadi dingin
Hari-hariku tanpa semangat
Tidak ada manusia yang memperhatikanku
Tidak ada keberuntungan, prestasi, atau apapun yang bisa dinanti dan membahagiakan yang menghampiri.
Nilai-nilaiku terus memburuk

Kemana engkau, Kebahagiaan?
Tidak bisakah sedikit bermurah hati untukku?
Tiap malam aku tidur dengan pikiran berat dan bangun dengan kepala yang semakin penuh
Hari-hariku tanpa gairah
Tidak ada amalan apapun yang kulakukan
Shalat malam, membaca Al-Qur'an, pergi kajian, semuanya hanya sepintas lewat.

Aku sempat lelah memikirkanmu...

Tapi tahukah Engkau apa yang terjadi setelahnya?
Karena engkau begitu angkuh, satu waktu aku jenuh dan ingin meninggalkanmu.
Lalu seorang teman mengingatkanku
Tentang satu masa saat dua orang lelaki dalam gua. Yang satu dilanda cemas, sedih, dan gelisah. Dan yang satunya lagi menenangkannya, "Jangan sedih, Allah bersama kita."
Jangan sedih, katanya!
Maka kuburu lagi lembaran ayat-ayatNya yang biasanya hanya kuakrabi sekilas.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu"(QS. Fushilat: 30)

Hatiku luruh saat membaca sebait ayat ini.
Bahkan malaikat pun telah turun, agar kesedihan itu lenyap.

Sejak itu, tahukah Engkau, Bahagia?
Aku sadar bahwa engkau itu dekat.
Engkau, kebahagiaan itu ada pada KEIMANAN.
Yang terus diasah dengan indah setiap harinya.
Dan bersama iman itu, akan ada pengampunan.
Lalu cinta...

Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan berkata pada Jibril bahwa Allah mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah hamba tersebut. Jibril pun mencintainya.
Kemudian Jibril pun menyeru penduduk langit seraya berkata bahwa Allah mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah hamba tersebut. Lantas penduduk langit pun mencintainya.
Kemudian setelah itu, seluruh penduduk bumi pun mencintai dirinya. (HR. Bukhari)

Cinta...

Hingga senyum orang-orang yang lewat menjadi lebih ramah, kicau burung terdengar indah bagai simponi, gelak tawa, suara riuh, sapaan, menjadi suatu keakraban yang mendatangkan kebahagiaan.

Sungguh, aku baru sadar bahwa bukan engkau yang terlalu angkuh untuk dicari.
Tapi aku saja yang malas melirik ke sebelah untuk melihatmu yang selalu menatapku penuh harap.

Terima kasih kebahagiaan...
Alhamdulillah, aku telah menemukanmu.
Maafkan prasangka burukku selama ini...

Penuh cinta,

Temanmu

(sharing) Gimana Biar Eksis di MP?

Entah kenapa, kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang tips nge-MP

Meski saya bukan seorang MP-ers yang hebat (belum), tapi saya ingin berbagi pengalaman saya di dunia MP, terutama buat teman-teman yang baru bergabung atau masih bingung dengan Multiply.

Selain pengalaman, ini juga menjadi suatu pengingat saya, karena 1 tahun lalu saya pernah membaca tips-tips eksis di Multiply, yang celakanya sekarang telah saya lupakan siapa penulisnya (yang merasa memiliki hak cipta, konfirmasi ya. Trims).

Tips-tips ini tentang bagaimana cara agar EKSIS di dunia Multiply. Bentuk eksis itu bisa bermacam-macam. Banyak yang koment tulisan,banyak yang baca,atau banyak yang bolak-balik lihat, atau dikit yang baca, tapi komennya menunjukkan bahwa tulisan itu benar-benar membawa pengaruh baik.
Nah, dari hasil perenungan dan baca tips2 dari kawan-kawan,saya menyimpulkan agar bisa eksis di Multiply:

1. Sering-seringlah sillaturrahim dan SELALU tinggalkan komentar setelah berkunjung.

Nah, jadi saat melihat MP atau postingan yang kira-kira menarik, meski bukan kontak kita, ga apa. Masuk aja. Sapa dan berekspresilah di kotak komentar. Meski komentarnya hanya TFS, JFS, Nice, dll. Tapi yakinlah, pemilik MP itu akan sangat menghargainya. Dan mungkin saja, berikutnya dia akan membalas mengunjungi MP Anda! Meski tentu saja, komentar yang menarik dan lucu biasanya menimbulkan apresiasi yang lebih besar dan dibalas lebih cepat.

2. Sering-seringlah memposting.

Nah, lanjutan dari tadi. Meski banyak yang mengunjungi MP Anda, kalau Anda tidak menulis atau memposting jarang2, nanti teman-teman Anda akan malas mengunjungi MP anda lagi. Saya pernah tidak memposting selama 2 bulan, setelah saya kembali posting, jumlah pengunjung site saya berkurang drastis, dari bisa mencapai 20 orang, seringkali hanya 1 atau 2 saja

3. Add-lah kontak baru dengan mengatakan kata-kata yang lucu, puitis, unik.

Jangan kosongkan kotak pesan saat Anda menginvite seseorang. Kalau bisa, jangan hanya salam, tapi tulis juga, "Assalamu'alaikum, dari dunia kata-kata saya ingin menjadi sahabat Anda di dunia dan akhirat..." Agak lebay sih, tapi itu bisa ampuh sehingga Anda cepat diapprove

4. Tentang Theme nih...

Sedapat mungkin gunakan theme yang tidak terlalu banyak hiasannya, apalagi di kotak isinya. Karena semakin banyak hiasan, orang akan semakin sulit melihat isi blog. Lebih bagus kalau di bagian kotak isinya, polos saja.

5. Tulisan Anda terasa terlalu kecil? Buat lebih besar!

Terkadang, orang merasa sulit membaca tulisan di blog kita yang memang sangat kecil. Karena itu, jadi malas berkunjung. Karenanya, usahakan fontnya seideal mungkin. tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

6. Yang terakhir, tulislah tentang PENGHARGAAN dan KETULUSAN

Dua tema ini adalah tema yang paling disukai orang. Bukan hanya di blog saja, namun dalam media apapun juga. Setiap orang menyukai 2 hal ini. Sebaliknya, isi blog yang negatif, bisa saja mendatangkan banyak pembaca, tapi orang kebanyakan menjadi negatif. Komen yang lahir pun akan memancing perdebatan, itu bukan awal yang baik untuk sebuah persaudaraan kan?

Mungkin, out of the box, saya sadar bahwa tema tentang CINTA dan PERNIKAHAN selalu memancing perhatian paling besar. Tulisan saya di MP dulu yang berjudul "Bahagia Tanpa Menikah" diview 99kali. Meski tidak semua mengkoment, tapi itu adalah jumlah paling besar untuk blognya orang sederhana dan tidak nge-artis seperti saya. Tulisan yang berbau kontroversial juga, seperti yang ini. Cukup memancing banyak minat dan diskusi. Meski saya berusaha tidak memunculkan iklim negatif dengan menulis mengenai hal itu.

Lepas dari apapun, saya ingin eksis di MP karena saya berharap orang lain akan mendapatkan manfaat dari tulisan saya. Tapi sebagai manusia yang tidak selamanya stabil, saya juga memiliki saat-saat "nyampah" di MP. Dan biasanya dalam periode itu, saya akan berusaha untuk tidak mengeksiskan diri. Untuk apa membuat orang membaca sampah? Meski saya cenderung nyampah di blog sebagai upaya saya agar tulisan itu menjadi bahan renungan untuk diri saya sendiri, dan agar tulisan itu bs bertahan lebih lama ketimbang saya menyimpannya dimana-mana dan kemudian hilang.

So, itu hanyalah tips yang saya dapatkan dari baca-baca punya teman dan pengalaman saya sendiri. Semoga bermanfaat

*kalau ada yang ingin menambah, silakan saja

Sederhana, lalu Terbang. Bebas!

Sederhana... Sederhanakan saja persoalan itu!


Buku kesukaan saya adalah How to Simplify Your Life...
Saya suka bahasa yang sederhana, bermimpi memiliki hidup yang sederhana, dan mencoba tampil sesederhana mungkin.

Karena itu, hidup saya selalu berpindah dari belakang panggung yang satu ke belakang panggung yang lain.
Indah, saya menikmatinya.

Kawan, tahukah engkau nikmatnya berada di belakang panggung?
Itu adalah kenikmatan menatap semua aktor dan aktris di atas panggung, dengan begitu dekatnya. Sekaligus bisa mendengar gumam bergairah penonton, lalu tepuk tangan riuh. Tanpa takut tersandung, bermain jelek, mendapatkan cemoohan...

Begitu sederhana,
Begitu tenang...
Sekarang, kesederhanaan itu terusik. Saya harus muncul di depan mata-mata yang menatap, harus menerima tanya, harus menerima pujian....
Sangat rumit,
amat melelahkan...

"Kamu aneh!"
Kenapa?
"Setiap orang suka tampil di depan umum, suka terkenal. Tapi kamu?"
Aku hanya tersenyum, lelah.
Aku orang yang sederhana, aku benci kerumitan!
"Tidak, kamu orang yang rumit, De! Kamu sulit dimengerti!"
Lalu aku memandangnya menjauh.
Beku...

Aku suka kesederhanaan.
Suka, sekali...
***
Betapa sulitnya terbang, jika terus seperti ini.
Bahkan hening pun tidak menjelajahi ruang hampa ini...

Haruskah melepas semua kebahagiaan ini?
Melepas kenikmatan tampil di belakang layar?

Saya teringat kembali masa-masa indah, saat tanpa memikirkan apapun saya akan naik kendaraan umum, pergi ke pusat kota. Lalu menempuh rute wajib: toko buku-Mesjid Baiturrahman-terminal.
Tidak memikirkan apapun.
Tidak ada telepon masuk, atau dentang SMS.

Saya hanya tinggal menyusuri jalan, melihat keunikan manusia, mengitari toko buku selama hampir 2 jam lalu membeli 1-2 buku yang paling menantang intelektualitas saya, berbicara dengan tukang becak,supir, pengemis, orang yang tak dikenal di jalan-jalan, tukang sapu,penunggu kios,... Lalu membeli makanan atau sebotol minuman dan duduk di trotoar sambil mengamati tingkah polah manusia yang lebih lucu dari ulah Aming di Extravaganza, sambil mendengar debat seru hati vs otak. Setelah puas dan lelah, saya akan duduk di dalam mesjid termegah di Banda Aceh, mengitari perpustakaannya, membaca tafsir-tafsir, mencari buku tentang Palestina,membaca buku yang saya bawa, atau sekedar tilawah menanti Ashar.

Mencari jalan-jalan yang panjang sekedar untuk melatih kekuatan otot kaki, berpikir tentang manusia, tersenyum simpul bahkan terbahak melihat atraksi tukang obat, lalu pulang dengan labi-labi setelah sore menjelma dan kaki terlalu pegal. Jika belum pegal, saya akan berjalan kaki, sejauh yang saya bisa untuk melihat begitu banyak hal.

Sendiri saja.

(Bukan, bukan saya orang yang tidak suka berteman. Kawan, cobalah sekali-kali. Kesendirian itu adalah bagian paling menyenangkan dalam hidup).

Saya hanya merasakan kesendirian sebagai teman yang paling tidak mengecewakan, itu saja. Dia tidak berharap, tidak bertanya, tidak menuntut, dan selalu mengerti tentang kebebasan yang saya inginkan.

Pada akhirnya, saya hidup.

Nah, momen indah tadi telah berlalu. Begitu sedikit waktu untuk semuanya, begitu banyak pekerjaan yang menanti.
Begitu banyak yang berubah.
Perjalanan itu, lebih tepatnya menjadi perjalanan spiritual bagi saya.
Sebab saya bisa menyaksikan betapa negeri, tanah yang sangat saya cintai setelah Palestina ini mulai remuk redam ditelan arus kapitalisme.

Menjadi orang di belakang panggung, memudahkan saya menjalani kebebasan sebebas-bebasnya.
Karena, bukankah Islam datang untuk membebaskan manusia?
MAka saya memutuskan mengambil kebebasan ini.

Kini, saya kembali terbelenggu.

Ah, sedih...
Entah kapan saya bisa melakukan perjalanan itu lagi.
Meraih kebebasan yang samar...

Saat saya ingin memposting tulisan ini, tiba-tiba saya terkenang kata-kata ibu saya,
"Kamu itu Nak, kalau kaki kamu tidak ditahan, kamu akan terbang..."

Boleh biarkan aku terbang?

*lagi-lagi, mengenang yang telah berlalu. Tapi saya harus segera melakukan perjalanan itu, sungguh! Atau saya lemparkan saja Hp saya ke laut? Agar tak ada lagi pengingat aktivitas apapun

Memutukan, Memaafkan, Bebas!

Sejak dia kembali, hidup saya kacau!


Bisa saja saya menyalahkan keadaan seperti itu. Saya menganggap dia adalah penyebab semua pikiran negatif ini keluar, dia sebagai sumber segala hal emosional, dan dia sebagai pihak yang selalu bersalah....

Sekarang, biarkan saya memaafkan dia yg dari masa lalu dan dia yang ada pada saat sekarang. biarkan saya mendedikasikan hidup untuk peradaban dan perbaikan umat, tanpa perlu menyalahkan siapapun dan apapun.

Sampai kapanpun, biarlah saya tidak lagi bcr dengan bahasa negatif.
Biarlah saya tidak lagi bicara dengan bahasa "asing"
Saya ingin bicara dengan bahasa seorang muslim. Cukup bahasa itu saja.... Saya akan menggunakan bahasa seorang muslim untuk memnta maaf dan memaafkan.
Saya ingin bebas seutuhnya dari rasa-rasa negatif yang mengurung dan mengukung ini.

Memaafkan rupanya lebih indah.
Dan merunduk juga tidak salah.
Sekaranglah saatnya, sebelum semua keberanian ini hilang....

*untuk seorang teman yang telah "menjitak2" kepalaku dari pagi. Tahukah engkau bahwa bicara denganmu tadi membuatku tidak hanya ingin merunduk dan meminta maaf pada satu orang, tapi juga pada orng lain yang lbh jauh? Terima kasih telah memberiku keberanian. Dan aku harus bergerak sebelum keberanian ini hilang.