Menyusun Jeda

Betapa menyedihkannya berhenti
Betapa menyedihkannya kalah
Betapa menyedihkannya merasa lemah...

Tapi itu peringatan
satu peringatan bahwa jamaah ini bukan jamaah malaikat
akan ada orang-orang yang datang dan pergi
orang-orang yang membentengi dirinya dari kebaikan
atau membungkus dirinya dengan kemaksiatan

Maka haruskah aku berhenti sampai disini?
Lalu duduk, bersama barisan orang-orang yang duduk.
menatapi para mujahid menata barisan
hingga semua menghilang, semua lenyap
semua kalah
atau semua menang


Lelah sekali, benar
sangat letih
tapi keletihan ini akan hilang, dan hanya pahala yang tertinggal...

Coba tetap bersemangat, coba tetap tegak
meski mungkin ada jeda yang harus diambil
Allahu Akbar!!!

An Irresistible Mind of Life

Terkadang, aku lupa.
Sering lupa. lupa pada fakta.
Kalau aku ini mahasiswa kedokteran. Dan sudah semester 6.

Sehingga, seringkali terpana saat ada sms seperti ini,`
"Aslkm...bu dokter,blh tanya?klw sakit perut wkt mens itu knp?" dari teman SMA.
lain waktu,
"De, k2k sering bgt pegal2 klw duduk lama. itu krn krng minum ya??"
atau yang sering,
"De, tau ga tumbuhan **** bs utk obt apa?"
etc.

Lalu setelah itu... jari udah berotot ngereply,
"Makasih y buk. ntar klw udh jd dr b'obat gratis yaaa!!"
bisa jg
"Makasi de.mg jd dr yg baik. Amiin..."

Amiin...
Lalu rada confuse. Iya ya... udah semester 6. Untuk standar kuliah, harusnya ilmu udah banyak. Harusnya udah banyak yang diketahui, udah banyak yang dipahami tentang penyakit dan patofisiologinya. Tentang obat dan efek sampingnya???

Tapi aku?

Entahlah. Mungkin berada di perbatasan. Dalam barisan calon dokter yang gamang menentukan langkah. Lelah dengan eksperimen sistem pendidikan di negeri ini. Pesimis melihat kemungkinan-kemungkinan yang mengabur. Juga memberontak dalam keletihan akan banyak hal yang tidak didasari oleh kemanusiaan, justru didasari oleh kepentingan jas putih, pabrik obat, negara,,,

Begitu gamang, begitu lamban...

Mencoba mengingat2 kembali pelajran semester 2. Apa?
Entahlah...

Aku membuka buku. Lalu mencoret,
"Hari ini. Semester 6."

Lalu mengingat yang tertinggal, dan yang akan dilaksanakan.
Menata langkah kembali.

Lalu satu pertanyaan klasik kembali terdengar,

"Udah semester 6, kapan nikah?"

Ini lagi!
Married is not an objective and final stage of life...

Jadi dokter yang baik jg bukan sih...
masih ada yg lain

*saat lagi berkutat dengan jutaan hal. Dan sadar masih ada jutaan hal yg ngantri setelahnya

Laut, Kerinduan, Kita

tetap mencintai lautan
dengan biru yang membentang hingga bermil-mil jauhnya
dengan aroma garam yang menjilati pori
dengan kepiting kecil yang berlarian menyusuri gelombang
dan dzikir ombak

pasang, lalu surut
datang, lalu pergi
sebagaimana pemikiran terbentang
bahkan hanya sekedar duduk,bersidekap, dan memandang jauh ke hamparan biru yang begitu luas

cinta ini tetap ada
bahkan bertambah dalam

laut, kerinduan,kita...



TODAY is PRESENT

Today is a present,...
Sebaris kalimat bijak
Sayangnya, yang aku pahami dan sering lihat, berapa banyak orang yang menghargai present itu?? padahal present (sekarang) juga memiliki makna satu lagi. present (hadiah)

maka, hari ini adalah hadiah...
sebuah bingkisan indah untuk diri kita.
bagaimana kita membuatnya menjadi berharga, menjalaninya dengan bahagia, dan mengisinya dengan manfaat.

Lalu pada akhirnya,semua akan menjadi bahagia
present...

hargai hari ini
dan engkau akan menghargai tiap hari dalam hidupmu