I miss my reader...
Saya percaya reaksi dia merupakan representasi dari reaksi semesta, jika dia berkata,
I miss my reader...
Monday, June 14, 2010 | Posted by adee04 at 12:50 AM 0 comments
Thursday, June 10, 2010 | Posted by adee04 at 3:01 AM 0 comments
"Pak, mengapa Bapak tidak melaut?"
"Saya sudah melaut semalam dan saya perlu beristirahat. "
"Kalau Bapak melaut lagi, Bapak akan menghasilkan banyak ikan."
"Lalu?"
"Bapak bisa mengumpulkan uang untuk membeli sebuah perahu."
"Lalu?"
"Dengan perahu itu, Bapak tidak perlu lagi menyetorkan sebagian keuntungan Bapak kepada pemilik perahu."
"Lalu?"
"Bapak bisa mengumpulkan lebih banyak uang untuk membeli perahu kedua."
"Lalu?"
"Dengan dua perahu, Bapak bisa menghasilkan lebih banyak uang dan membeli perahu ketiga, perahu keempat, perahu kelima, dan seterusnya."
"Lalu?"
"Jika perahu Bapak sudah banyak, Bapak bisa menyewakannya pada nelayan lain, sehingga Bapak tidak perlu lagi melaut."
"Lalu?"
"Bapak bisa hidup senang dan bersantai."
Nelayan itu tersenyum dan berkata, "Menurut Bapak, apa yang sedang saya lakukan sekarang?"
Tulisan tersebut diakhiri dengan penyampaian hikmah bahwa kita perlu berhenti sejenak dari kerja keras dan rutinitas. Namun saya tertarik dengan hal lain pada cerita itu, kesederhanaan dan kepuasan dalam mencapai tujuan bekerja.
Tuesday, June 1, 2010 | Posted by adee04 at 5:14 AM 0 comments
Seandainya saya diberi kesempatan untuk hidup sekali lagi, saya tidak akan memilih jadi dokter.
Kata-kata itu terus terngiang-ngiang sejak aku mengikuti Training Resource Development (TRD) CIMSA Unsyiah. Kata-kata itu bukan aku yang mengatakan,melainkan dokter Syafrizal yang memberi materi tentang "Be An Extraordinary Medical Student"
Aku tidak menyadari kalau aku sedang berjalan untuk menjadi dokter. Mungkin itu masalahku.
Aku waktu SMA dulu hanya berpikir ttng dunia sewaktu usiaku 30: berada di Palestina atau afghanistan, melempar batu dan mengelak dari rudal israel. tanpa pernah berpikir bagaimana aku sampai kesana?
Lalu bagaimana aku bisa di kedokteran.
Jawabannya: Takdir.
Sederhana, tapi memuaskan. apapun alasannya, itu adalah takdir. Dulu, aku menerima takdir ini dengan rasa kecewa. Aku berharap menjalani hidupku di tempat lain. Filsafat mungkin. Atau perbandingan agama. Atau debat sastra di sastra Indonesia. Interest itu banyak, sayangnya kedokteran bukan salah satunya.
Alasan yang logis dan sederhana, bahwa itu takdir, membuatku berhenti protes.
Lalu, aku berpikir:
apakah artinya menyelamatkan nyawa manusia?
apakah aku bisa menjalani hidupku dengan tetap memegang nilai2 yang kuyakini sepanjang hidupku dengan profesiku nanti?
Sebagai seorang penulis amatir, aku sering berkhayal saat menjadi dokter kelak. Seperti kengerian saat melihat pasien yang kutangani meninggal. Mula-mula sedih, merenung, menyesal... lalu saat pasien kedua,ketiga,...hingga ke 100 meninggal. Bagaimana aku akan memandangnya?
Apa lalu aku akan memandang mereka dengan hampa, seperti seonggok benda mati?
Kematian yang terlalu sering disaksikan, hingga jadi biasa dan tak berkesan, tidak ada lagi muhasabah yang mengiringinya. Yang ada hanya rutinitas, "Yah, mati. berarti harus siap2 dimarahin keluarganya nih."
Begitukah???
Entahlah
Mungkin, berpikir serumit ini adalah keahlianku.
Padahal sebenarnya tidak perlu dibebani dengan beban tambahan seperti ini, bebanku sudah banyak.
Beban: anatomi,proposal,ujian traumatologi,dsb,dst,etc
*Sigh
Bersyukur banyak-banyak
Hidup bermanfaat bagi orang lain
Hidup mulia mati syahid
Allah selalu di hati
Itu saja...
Bismillah... menata langkah baru
Wednesday, May 19, 2010 | Posted by adee04 at 4:08 AM 0 comments
Diseño original por Free CSS Templates | Adaptación a Blogger por Blog and Web